<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=20554513&amp;blogName=Syamsul+Qamar+Family%27s&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Ffath-iyad.blogspot.com%2Fsearch&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Ffath-iyad.blogspot.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
Thursday, June 04, 2009

I'm sorry

Call #1
Ayah : ' dek, Azi jatuh dari tempat tidur '
Me : ' Kapan bang ? apa azi muntah ?'
Ayah : ' Tadi malam, nggak muntah koq'
Me : ' Koq bisa jatuh ? abang kemana aja ? ' ** koq jadi suami yg di salahin yah....**
Ayah : ' Tadi dia bergelut ama abangnya di tempat tidur. Berguling-2 di atas tempat tidur.
keterusan, jadi jatuh ke lantai dek. Perlu abang bawa ke rumah sakit ?'
Me : ' Kan abang yg lihat langsung kejadiannya. Kalau dia nggak muntah, nggak kebentur
kepalanya di lantai, Azi nya sendiri nggak nangis, yah..mending nggak usah lah. Atau
panggil aja tukang kusuk ke rumah.'
Ayah : ' Ok dek, tuh...dia masih lari-2 lagi ama abangnya'
Me : ' Duh...orang tuanya udah was-2, dia nya anteng aja'

Call #2
(Berselang 2 hari dari call #1)
Ayah : ' Dek.....kartu berobat dari kantor, nggak di tinggalin di Padang yah ? '
Me : ' Nggak bang, sblm nya masih ada sama Nanda. Tapi kmrn udah nda kirim koq ke
Padang. Mungkin besok udah sampai lah itu di rumah'
Me : ' Emang kenapa bang , tumben nanya kartu berobat. apa ada yg sakit ? '
Ayah : ' Gini dek, Hidung Ziyad berdarah. Tadi maen-2 ama Fatih. Karate-2 an .'
Me : ' Waduh....nggak di bawa berobat ke dokter bang ?'
Ayah : ' Udah koq dek, langsung di bawa ke rumah sakit. Dan kata dokternya gpp'
Me : ' Oh..ya lah.....Salam untuk anak2 ya bang'
Ayah : ' Ok'

Baru saja berselang seminggu ninggalin anak-2 di Padang, koq ada aja kejadian aneh-2. Jujur, aku nggak nyalahin suami atau neneknya. Malahan, menyalahi diriku sendiri. Kenapa nggak ada di saat anak-2 dalam keadaan sakit dan terluka. Nyes banget rasa nya hati ini. Maaf kan mama ya nak...

Kangen.....




Kangen banget ama anak-anak dan suami. Terlebih ama yg paling kecil, Azi. Setiap nelpon suami ke HP nya, selalu suara Azi yg duluan terdengar. Padahal celotehnya masih nggak jelas, tapi itu udahbisa mengobati rasa kangen mama. Kangen mama juga kan nak ? Jangan bandel yah....kasihan Uci, ayah dan Abang, ntar lagi mama datang koq. Doakan yah, semua berjalan sesuai dengan rencana kita :)

Friday, May 29, 2009

Mengalah

Kali ini Fatih mengalah lagi ama adeknya. Dari awal, ayah tuh pengen Fatih masuk ke sekolah alam minangkabau. Lihat dari karakter anaknya yg no 1 ini, cocok sekolah di sana. Namun berhubung hanya di sekolah itu Ziyad di terima di SD, dengan terpaksa Fatih mengalah.

Sebenarnya bisa saja mereka satu kelas. Namun, pertimbangan kami berdua, tidak baik untuk Fatih. Mengingat dari sisi akademis, Ziyad lebih menonjol dalam segala hal. Takut Fatih nanti jadi minder di kelas.

Mama jadi ingat sewaktu ada perlombaan lomba mewarna di Mc'D. Kebetulan sekolah mereka berdua ikut acara tsb. Aku mendaftarkan kedua anakku. Alhamdulillah, kedua nya mendapat juara. Fatih juara Harapan 2, dan Ziyad juara ke 2. Di Mc'D, Fatih tidak menunjukkan reaksi apa-apa. Namun begitu sampai di rumah, tumpah ruah tangis nya. Duh,jadi nggak tega lihatnya.

Fatih itu tidak bodoh, saat ini dia sudah bisa membaca, hitung-2 an nya juga bagus. Menambah , pengurangan dan perkalian nya juga udah bagus. Cuma......dia bosenan. Dan mood-2 an. Kalau lagi nggak pengen belajar, ya......nggak mau belajar.

Ini nih pas foto pertama Fatih, kemaren di minta untuk kelengkapan administrasi di sekolah barunya. Anakku udah lajang skrg, hehe.....



Hijrah........

Seminggu sudah menjalani hidup layaknya anak kost. Sendirian....semua nya harus mandiri. Untuk seorang mama seperti ku, sangat berasa, jauh dari suami dan anak yang sekarang di Padang. Bangun pagi, nggak ada yg minta di bangunin. Nggak mandiin dan bantuin anak untuk persiapan nya ke sekolah. Nggak nemanin suami dan anak di meja makan untuk sarapan. Pulang kerja pun begitu, nggak ada yg menanti di rumah. Nyampe di rumah, mandi sholat magrib, nunggu isya, nongkrong di depan teve. NIKITA, Air Mata Cinta dan DEWI, hampir tau jalan ceritanya, padahal sebelumnya anti yg ama namanya SINETRON.

Bolak balik Medan -Padang sudah merupakan rutinitas. Awalnya abang yg pindah ke Padang. Namun, lom menetap di sana. Untuk efisiensi pengeluaran, abang bela-2in kerja di Padang, dan menginap di Bukit tinggi, padahal Padang-Bukit tinggi menghabiskan waktu di perjalanan selama kurleb 2,5 - 3 jam an juga.

Lama-2 abang kefikiran juga untuk mencari rumah sewa. Dengan pertolongan seorang teman yang menetap di Padang, akhirnya kami memilih rumah di daerah Tabing, dengan pertimbangan, kalau ada sodara yg datang dari luar kota, lebih mudah di jangkau dengan kendaraan umum. Tepatnya 1 Januari 2009 abang transaksi ama yg punya rumah untuk kontrak rumah tsb selama 1 tahun.

Sementara aku lom bisa ikut pindah ke sana. Mengingat ribetnya urusan mutasi dari kantor.
Oleh karena itu, aku dan abang curi-2 waktu untuk bisa bertemu. Kalau abang ada waktu senggang, blio yang ke Medan untuk bertemu istri dan anak-2 nya. Begitu juga dengan ku, mencari-2 waktu untuk bisa cuti, memberesin rumah kontrakan yang bakalan kami tempati di Padang.

Kebetulan, tahun ini kedua anak lajang ku masuk sekolah tingkat dasar. Berhubung keduanya sudah 2 tahun di taman kanak2. Fatih masih berusia 5,5 th dan Ziyad berusia 4,5 th, mereka nggak di terima untuk masuk negeri. Aku dan Abang berusaha keras untuk mencari sekolah yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kedua putra kami. Alhamdulillah, sekarang keduanya sudah menemukan sekolahnya, Fatih di sekolah Baiturrahman sementara Ziyad di Sekolah Alam Minangkabau.

Di sekolah baru nya, ada masa percobaan yang harus di jalani. Dengan berat hati anak-2 pindah duluan ke sana, karena SK yang di nanti-2 tak kunjung tiba. Dengan berat hati, ke 3 putraku duluan hijrah ke Padang bersama Uci dan ayahnya.

Hiks.....doakan ya teman2, semoga aku cepat menyusul anak2 dan suami ke Padang.
Friday, November 28, 2008

Malaikat Juga Tahu

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji

Kupercaya diri
Cintaku lah yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu Aku kan jadi juaranya